Ketika belajar Kimia dulu, kita mendapatkan pelajaran hukum kekekalan massa : massa zat sebelum dan setelah reaksi kimia adalah tetap. Maksudnya, walaupun reaksi kimia memunculkan zat baru yang sangat berbeda dengan zat sebelumnya, namun massa zat sebelum dan setelah reaksi kimia tetap jumlahnya.
Contohnya adalah kalau ada reaksi oksigen (gas) dan hidrogen (gas) dengan massa total sebelum reaksi adalah 10 gram, maka massa total setelah terjadi reaksi kimia yang menjadi air / H2O (cairan) + gas yang tidak bereaksi adalah tetap 10 gram.
Hukum kekekalan massa itu juga berlaku di badan manusia. Reaksi kimia di dalam tubuh manusia memang jauh lebih kompleks, melibatkan banyak jenis dan zat. Tetapi hukum kekekalan massa itu tetap berlaku. Artinya, kalau input lebih banyak dibandingkan dengan output, maka berat badan akan semakin bertambah.
Ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi berat badan : mengurangi asupan atau mengurangi timbunan lemak yang terlanjur ada di badan.
Cara untuk mengurangi asupan yang masuk ke dalam tubuh adalah dengan diet, mengurangi sumber makanan yang masuk. Cara ini ada efek samping : lapar dan kalau tidak hati-hati bisa berakibat kekurangan zat-zat esensial yang dibutuhkan tubuh.
Cara untuk mengurangi timbunan lemak bisa dengan obat-obatan, operasi dan olah raga. Abaikan obat-obatan dan operasi, karena sangat membahayakan, menyakitkan dan biayanya mahal. Maka pilihan paling mudah, paling murah dan bisa dilakukan siapa saja adalah olah raga.
+++++
Sebelum lebih jauh, saya ingin mengajukan pertanyaan sbb. :
- Apakah Anda ingin mengurangi berat badan secara efektif, terukur, aman dan terbukti?
- Apakah Anda ingin mengurangi berat badan, tapi tanpa obat-obatan, tanpa pantang makan makanan tertentu dan tanpa harus merasa kelaparan?
- Apakah Anda ingin memiliki tubuh lebih sehat, atletis dan metabolisme tubuh lebih bagus.
- Apakah Anda ingin agar pada saat berusia lebih dari 50 tahun, tetapi bisa mendapatkan kebugaran fisik seperti masih berusia 20 tahun?
Kalau semua pertanyaan itu jawabannya adalah “Ya”, maka saya memberikan resep yang sudah saya sendiri buktikan kehandalannya : lari!
Saya sudah mempraktekkannya. Saya telah melakukan percobaan dengan badan saya sendiri dan berhasil.
Mengapa lari? Lari adalah olah raga paling mudah, paling murah, tidak perlu alat khusus, ritmik, tidak perlu menunggu lawan bertanding dan risikonya relatif lebih rendah dibanding olah raga lain.
Sebaiknya kapan memulai? Hari ini!
Saya mulai aktif belajar lari mulai bulan Februari – Maret 2019. Bagi Anda yang beragama Islam, saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memulai belajar lari.
Mengapa?
Bulan Mei besok (3 bulan yang akan datang) memasuki bulan Puasa. Jika Anda belajar lari mulai saat ini (awali dengan mix jalan kaki dan lari), maka 3 bulan yang akan datang Anda pasti sudah mampu berlari non stop 5 KM selama sekitar 45 menit. Itu adalah angka dan waktu stabil bagi seseorang yang belajar lari. Dengan angka itu, Anda sudah bisa ikut race dan mendapatkan medali finisher.
Apa hubungannya dengan bulan puasa?
Setelah selama sebulan penuh berpuasa, hampir semuanya bisa dipastikan berat badan akan berkurang. Minimal 2 KG. Namun, bagi kebanyakan orang, dalam 2 minggu kemudian, kebanyakan berat badan akan kembali ke posisi semula seperti sebelum puasa.
Tapi, tahun kemarin, kembalinya berat badan ke posisi sebelum puasa tersebut tidak berlaku pada saya. Pelan tapi pasti, berat badan saya bukan semakin bertambah, tetapi justru semakin berkurang. Sedikit demi sedikit.
Apa yang saya lakukan selama bulan puasa?
Saya tetap menjaga kemampuan lari saya dengan tetap berlari selama bulan puasa. Setengah jam sebelum berbuka puasa, saya sempatkan untuk berlari. Tapi bukan setiap hari lho. Paling banyak seminggu 3 kali. Memang sih, tahun kemarin saya agak sedikit gila : lari jam 03.00 pagi sebelum sahur. Kalau yang ini tidak perlu dicontoh. Kecuali, kalau memang mau dianggap gila juga.

Nah, karena selama bulan puasa tetap berlari, maka otot dan persendian saya tetap terjaga kemampuannya. Maka, seiring dengan kemampuan lari, berat badan juga semakin berkurang.
Seiring dengan kemampuan berlari dan hanya sedikit diet, berat badan saya yang sebelum bulan puasa (Jan – Apr) adalah 68-69 kg, setelah puasa (Mei – Jun) berada di 62-63 kg. Bulan Jan-20 sd saat ini stabil di 58 – 59 KG.

Jadi selama 1 tahun ini, total turun sekitar 10 – 11 KG.
Terbukti kan? Ayo mulai.
Leave a Reply