Belajar Lari (6) : Lari-lah dengan rute yang sama, tetapi jangan memutari tempat yang sama.

Ada 2 hal penting dalam aktivitas lari : jarak dan waktu lamanya lari. Pelari bebas untuk memilih. Apakah konsentrasi di jarak, lamanya lari atau kombinasi dari keduanya (pace = menit / km).

Mengapa bebas untuk memilih? Karena tidak ada lawan tanding. Lawannya adalah diri sendiri.

Kalau suatu waktu, saya memilih untuk mencapai jarak lebih 10 km, maka hari yang lain saya memilih untuk mencoba memperbaiki pace (laju) lari : gabungan antara waktu dan jarak lari.

Selama belajar lari, usahakan agar rutenya tetap sama setiap lari, tetapi hindari memutari tempat yang sama. Mengapa? Untuk memudahkan dan mengetahui perkembangan kualitas lari. Namun jangan memutari tempat yang sama (misal lapangan), agar tidak bosan.

Dengan cara itu, pelari bisa membandingkan, kalau sampai di titik tertentu, maka waktu yang ditempuh hari ini sekian menit. Besok sekian menit dan seterusnya. Selanjutnya, suatu saat akan memudahkan untuk mengatur pace.

Ini tujuannya : kalau rute lari sama, aplikasi Strava bisa menyampaikan perbandingan kualitas lari dari waktu ke waktu.

Sebagai informasi, aplikasi Strava atau Endomondo, bisa di setting bisa menyampaikan notifikasi suara ketika pengguna mencapai jarak per kilometernya. Lengkap dengan Pace-nya.

+++++

Berat badan adalah persoalan sebagian besar orang, termasuk saya. Oleh karena itu, saya melakukan “percobaan” dengan badan saya sendiri. Apakah dengan lari, saya bisa mengontrol berat badan?

Itulah alasannya, mengapa saya rutin share kegiatan lari di Facebook.

Hasilnya?

Karena rutin lari, berat badan yang sebelum bulan puasa (Mei-2019) 68-69 kg, bulan Aug-2019 menjadi 62-63 kg. Jan-20 berkisar di 58 – 59 kg.

Penurunan berat badan itu tidak terjadi secara tiba-tiba. Tetapi secara gradual. Sedikit demi sedikit.

Kalau melihat catatan lari, penurunan berat badan itu mulai muncul, setelah saya mampu rutin berlari minimal 45 menit tanpa berhenti.

Dari referensi, informasi teman dan pengalaman saya sendiri, agar berat badan tidak bertambah (stabil) dibutuhkan waktu berlari 150 menit per minggu. Kalau target-nya ingin mengurangi berat badan, berarti harus lebih dari 150 menit per minggu. Tapi jangan berlebihan, karena bisa menimbulkan cedera.

Untuk membantu agar berat badan lebih cepat turun, untuk makan malam, saya makan buah saja. Tepatnya salad, tanpa mayones. Terus terang, saya malas mengupas buah. Maka solusinya : Go Food. Meskipun agak mahal, tapi praktis dan ragam buahnya lengkap.

Saya hanya mengurangi porsi nasi khususnya di pagi hari. Siang hari tetap makan seperti biasa. Tanpa obat. Tanpa pantangan makan dan minum. Bahkan setiap akhir pekan, biasanya saya tetap “nyate.”

Selain berat badan terkontrol, banyak manfaat lain yang saya dapatkan :

– Badan lebih bugar dan sehat
– Tidak mudah ngantukan
– Tambah teman di grup penggemar lari
– Tambah pengalaman dan pengetahuan tentang kesehatan.

Jadi, saya sudah bisa membuktikan sendiri bahwa dengan lari, saya bisa mengontrol berat badan dan lebih sehat.

Anda mau juga seperti saya? Ayo lari!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*