KLUB bekerjasama dengan TRY ( Trail Run Yogya) akan mengadakan event Trail Run di Hutan Pendidikan Wanagama pada 13 Oktober 2019
UGM International Trail Run, 13 Oktober 2019
Ketika mendengar tentang gelaran acara Trail Run, maka otomatis yang terbayang di benakku adalah berlari melintasi medan yang tidak lazim. Tanjakan yang gila-gilaan, yang jangankan berlari, untuk jalan saja susah dilalui. Menuruni jurang dalam. Menembus kepekatan hutan. Menyeberangi sungai. Membenamkan kaki dalam lautan pasir. Dipadu dengan cuaca ekstrim yang jauh dari kata bersahabat. Pendek kata, trail run adalah salah satu jalan penyiksaan diri. Yang sama sekali tidak diperuntukkan bagi pelari hore sorak-sorak bergembira macam diriku. Yang baru kemarin sore menjejakkan kaki menapaki sudut-sudut jalanan kota. Trail run, tak jauh dari bayangan ganasnya medan di Ultra Trail Mont Blanc, atau di teriknya lautan pasir Bromo-Tengger-Semeru.
Maka ketika aku mendapatkan undangan dari teman-teman Trail Runners Yogyakarta untuk mencoba lintasan lari di event Sleman Temple Run beberapa waktu lalu, aku membutuhkan waktu beberapa saat untuk berpikir sebelum menerima tantangan baru ini. Terlebih, undangan itu sarimbit, alias berlaku untuk kami berdua. Bahkan Dewi, selama ini baru dua kali berlari 10K. Pun bukan dalam event. Tambahan, cerita-cerita tentang pengalaman “ngeri” teman-teman di gelaran sebelumnya, membikin aku agak jeri untuk segera mengiyakan ajakan tersebut. Namun rasa penasaranku mengalahkan keraguanku. Akhirnya aku sambut undangan itu, bahkan aku menawar dari 7K menjadi 13K, sekaligus meninggalkan Dewi yang akan berlari di kategori 7K.
Namun, ternyata ketakutan dan kesan sadisnya trail run itu terkikis habis ketika aku memulai berlari, dan mengikuti langkah-langkah kakiku menyusuri kontur-kontur lintasan lomba. Pemandangan alam yang luar biasa menawan, dengan latar belakang candi-candi dan gagahnya gunung Merapi di kejauhan, menjadi pengobat lelah dan dahaga. Belum lagi, rasa persahabatan, dan senasib sepenanggungan dengan teman sepelarian, saling membantu dan mengingatkan ketika menghadapi rintangan di jalanan, sungguh memberikan pengalaman berharga yang tiada duanya.
Bahkan, event ini tak ubahnya seperti wisata, bukan sebuah kompetisi untuk memenangkan sesuatu. Fisik dan rohani betul-betul termanjakan, katarsis yang sempurna. Beberapa teman dari komunitas Kagama Lari Untuk Berbagi, yang notabene banyak pelari hore yang baru pertama kali ikut event, terlihat sungguh menikmati larian ini. Tidak ada keluh kesah, hanya gembira dengan canda ceria. Dan tentu saja, mengabadikan hampir semua titik larian dalam lensa kamera. Di akhir gelaran acara, semua sepakat, tahun depan akan kembali, dan kembali lagi.
Maka, ketika UGM dalam memperingati dies natalisnya yang ke 70 mengagendakan event trail run yang mengambil tempat di hutan pendidikan dan ekologi Wanagama, inilah kesempatan terbaik untuk merasakan sensasi dan pengalaman berlari menembus hutan dan menyusuri sungai. Mungkin tidak menantang bagi yang sudah berpengalaman, tapi aku jamin akan memberikan kesan yang mendalam bagi siapa saja yang ingin mencoba berlari di alam yang masih hijau, bersih dan asri. Jika anda jenuh dengan rutinitas, mentok dengan urusan kerja atau keseharian, tak ada salahnya mencoba melupakannya sejenak, dengan mengikuti event ini.



Keterangan foto:
1. Suasana mengasyikkan di gelaran Sleman Temple Run 2019. Terlihat betapa teman-teman KLUB menikmati perjalanan “spiritual” mereka.
2. Mencoba rute yang akan dipakai dalam UGM International Trail Run 2019 bersama tim KLUB dan TRY.
3. Salah satu lintasan yang akan dilalui dalam UGM International Trail Run 2019.
Leave a Reply